Episode 1
Marapek ka Darek
Berdiri tegap dan
kokoh di antara para awak kapalnya, Daputa Hyang mulai merasakan kelaparan dan
betapa panasnya Sang Surya tengah hari Samudera Hindia, sambil melihat ke arah
atas Ia mulai mengeluh karena tidak ada laporan dari awak kapalnya yang melihat
daratan.
“baa ko ? ndak ka
ado darek tempek basanda ly ko ?”
Tidak lama setelah keluhan Sang Daputa Hyang, anak buahnya
berteriak karena melihat sebuah daratan di ujung samudera.
“Daputa, ado gunuang sagadang talua itiak.“
“Mano?” jawab Daputa sambil merebut teropong dari tangan awak
kapalnya tersebut.
“oh. Iyo kironyo ma, kapa marepek ka gunuang tu ! “. Sambung Daputa
yang sangat penasaran dengan gunung sebesar telur itik tersebut.
Setelah di dekati ternyata gunung yang semula terlihat sebesar
telur itik, tenyata sangat luas daratanya. Para awak kapalpun tertegun dengan
keindahan daratan tersebut. Setelah kapal Daputa berlabuh di pantai, para awak
kapal langsung mencari pesediaan makanan yang tersedia di daratan tersebut.
Daputa Hyang pun sangat suka dengan daratan tersebut, sehingga Ia
lupa akan rasa penasarannya semula untuk melihat besar gunung yang Ia kagumi
tadi dari kejauhan. Daputa Hyang pun mengajak para awak kapal untuk berunding
dalam menetapkan lama mereka akan menetap di pulau tersebut.
“Hoy, kasado awak kapa marapek ka mari !” perintah Daputa yang
membuat semua awak kapal mendekat ke tempat bersandarnya.
“rasonyo, darek ko ancak untuak di jadian tampek manatap kito, kito
bangun pertahanan di siko!”
Dari perintah tersebut pasukan Daputa segera membuat tempat menetap
bagi Daputa dan para awaknya, dengan bantuan kekuat sakti Daputa Hyang, tempat
menetap di bangun di lereng gunung yang di namainya Gunuang Marapi, Karena
diambil dari kata marapek yang dilakukan oleh Daputa dengan para awak kapal
untuk memutuskan keputusan menetap disana, selesai dalam waktu satu hari saja.
Setelah menetap sekitar 4 tahun di Pariangan, Daputa Hyang
memutuskan untuk pindah ke daerah yang lebih rendah untuk mendirikan kerajaan
di sana. Pada akhirnya Ia menemukan sebuah pulau kecil di tengah sungai yang
arusnya deras. Di daerah yang di
namainya Minanga Tamwan itu, Daputa mendirikan tempat sesembahan baginya,
dengan menggunakan kekuatan yang hebat Daputa Hyang menjadi penguasa di daerah
yang baru di datangi tersebut.
Di daerah yang di kuasainya, Daputa selalu memerintahkan para
prajurit untuk berekspedisi di sekitar kerajaannya. Dari ekspedisi tersebut
Daputa mendapat banyak informasi untuk perluasan daerah kekuasaannya.
Informasi terpenting dari para prajurit yang selalu disimpan oleh
Daputa ialah:
Pucuk
Jambi Sembilan Lurah,
Bukik
Siguntang Mahameru disinan talataknyo Nirwana,
Tempet babaliaknyo roh ala mati.
Setalah menikmati masa jaya kekuasaanya Daputa meninggal dalam
keadaan sakit yang memang sudah menjadi wabah menular bagi masyarakat dearahnya
di masa itu. Dapuat dikuburkan di negeri sambilan yang dikenal oleh masyaraka
sebagai tempat bersemayam para dewata.
Dengan kadaan sedih melepas kepergian Daputa Hyang, para masyarakat
membuat petatah menegenai asal dari Daputa itu sendiri.
Dari Mano Asa Titiak Palito
Dari Telong Nan Batali
Dari Mano Asa Niniak Kito
Dari Puncak Gunung Marapi
TO
BE CONTINUE……