Selasa, 29 September 2015

Episode 1, merapat di minang


Episode 1
Marapek ka Darek

            Berdiri tegap dan kokoh di antara para awak kapalnya, Daputa Hyang mulai merasakan kelaparan dan betapa panasnya Sang Surya tengah hari Samudera Hindia, sambil melihat ke arah atas Ia mulai mengeluh karena tidak ada laporan dari awak kapalnya yang melihat daratan.
            “baa ko ? ndak ka ado darek tempek basanda ly ko ?”
Tidak lama setelah keluhan Sang Daputa Hyang, anak buahnya berteriak karena melihat sebuah daratan di ujung samudera.
“Daputa, ado gunuang sagadang talua itiak.“
“Mano?” jawab Daputa sambil merebut teropong dari tangan awak kapalnya tersebut.
“oh. Iyo kironyo ma, kapa marepek ka gunuang tu ! “. Sambung Daputa yang sangat penasaran dengan gunung sebesar telur itik tersebut.
Setelah di dekati ternyata gunung yang semula terlihat sebesar telur itik, tenyata sangat luas daratanya. Para awak kapalpun tertegun dengan keindahan daratan tersebut. Setelah kapal Daputa berlabuh di pantai, para awak kapal langsung mencari pesediaan makanan yang tersedia di daratan tersebut.
Daputa Hyang pun sangat suka dengan daratan tersebut, sehingga Ia lupa akan rasa penasarannya semula untuk melihat besar gunung yang Ia kagumi tadi dari kejauhan. Daputa Hyang pun mengajak para awak kapal untuk berunding dalam menetapkan lama mereka akan menetap di pulau tersebut.
“Hoy, kasado awak kapa marapek ka mari !” perintah Daputa yang membuat semua awak kapal mendekat ke tempat bersandarnya.
“rasonyo, darek ko ancak untuak di jadian tampek manatap kito, kito bangun pertahanan di siko!”
Dari perintah tersebut pasukan Daputa segera membuat tempat menetap bagi Daputa dan para awaknya, dengan bantuan kekuat sakti Daputa Hyang, tempat menetap di bangun di lereng gunung yang di namainya Gunuang Marapi, Karena diambil dari kata marapek yang dilakukan oleh Daputa dengan para awak kapal untuk memutuskan keputusan menetap disana, selesai dalam waktu satu hari saja.
Setelah menetap sekitar 4 tahun di Pariangan, Daputa Hyang memutuskan untuk pindah ke daerah yang lebih rendah untuk mendirikan kerajaan di sana. Pada akhirnya Ia menemukan sebuah pulau kecil di tengah sungai yang arusnya deras. Di  daerah yang di namainya Minanga Tamwan itu, Daputa mendirikan tempat sesembahan baginya, dengan menggunakan kekuatan yang hebat Daputa Hyang menjadi penguasa di daerah yang baru di datangi tersebut.
Di daerah yang di kuasainya, Daputa selalu memerintahkan para prajurit untuk berekspedisi di sekitar kerajaannya. Dari ekspedisi tersebut Daputa mendapat banyak informasi untuk perluasan daerah kekuasaannya.
Informasi terpenting dari para prajurit yang selalu disimpan oleh Daputa ialah:
Pucuk Jambi Sembilan Lurah,
Bukik Siguntang Mahameru disinan talataknyo Nirwana,
Tempet babaliaknyo roh ala mati.
Setalah menikmati masa jaya kekuasaanya Daputa meninggal dalam keadaan sakit yang memang sudah menjadi wabah menular bagi masyarakat dearahnya di masa itu. Dapuat dikuburkan di negeri sambilan yang dikenal oleh masyaraka sebagai tempat bersemayam para dewata.
Dengan kadaan sedih melepas kepergian Daputa Hyang, para masyarakat membuat petatah menegenai asal dari Daputa itu sendiri.
Dari Mano Asa Titiak Palito
Dari Telong Nan Batali
Dari Mano Asa Niniak Kito
Dari Puncak Gunung Marapi




TO BE CONTINUE……